Apa yang harus orang tua lakukan saat anak mengalami ‘Reading Slump’?

‘Reading Slump’ bukan hanya sekedar merasa bosan dengan sebuah buku atau bacaan, namun suatu keadaan saat pembaca kehilangan minat, fokus atau motivasi untuk membaca. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada yang gemar membaca atau saat membaca buku atau kisah favorit. Karenanya ‘Reading Slump’ juga sering disebut sebagai mimpi bururk para penggemar buku. Anak-anak yang sangat suka kegiatan membaca juga tidak lepas dari serangan ini.

Memang secara sekilas akan terlihat jika anak bosan terus-terusan membaca atau cerita yang sedang dibaca tidak menarik. Namun, ‘Reading Slump’ pada anak-anak sering terjadi disaat liburan panjang karena mereka biasanya akan melakukan banyak hal berbeda dari rutinitas dan merasa bahwa membaca juga hanyalah bagian dari kegiatan ahrian mereka.

Tentunya jika sesekali meletakkan buku untuk bermain dengan saudara yang sudah lama tidak dijumpai bukanlah hal yang buruk. Ini menjadi tidak baik saat anak kembali ke rutinitas namun kegiatan membaca mereka tidak dilanjutkan lagi. Jika tidak diintervensi, mereka akan bisa tidak membaca sama sekali dan tentunya akan berpengaruh pada kemampuan akademik mereka.

Lalu apa yang bisa orang tua lakukan agar anak terhindar dari ‘Reading Slump’ atau membuat minat baca mereka tetap menyala?

Tidak perlu secara tiba-tiba memaksa mereka membaca lagi karena tentunya anak akan merasa terpojok, terbebani dan malah bisa membuat mereka benci membaca.

 

Ada beberapa hal yang bisa Parents lakukan saat anak membutuhkan support keluar dari ‘Reading Slump’

  1. Beralih sejenak ke audiobook

Mendengarkan audiobook lebih mudah dilakukan di mana saja. Orang tua bisa memutarnya di mobil bahkan saat perjalanan singkat. Atau saat anak bermain puzzle, membersihkan kamar atau mempersiapkan makan malam.

  1. Coba genre baru

Apakah anak-anak sangat menyukai cerita tentang misteri seperti kisah Lima Sekawan, Nancy Drew ataupun Trio Detektif? Mungkin saatnya menawarkan bacaan dengan tema berbeda seperti kisah lucu Diary si Bocah Tengil atau seri fantasi Artemis Fowl.

Dengan memberikan opsi yang berbeda dan baru, anak akan lebih tertarik dan mungkin saja menemukan cerita favorit baru. Selain itu Parents juga bisa beralih ke non fiksi, seperti ensiklopedia dengan tema yang anak suka seperti tentang sains, biologi atau teknologi.

  1. Berkunjung ke perpustakaan

Jika anak tidak ingin membeli beberapa buku baru untuk mengembalikan minat baca, ajaklah mereka ke perpustakaan. Di sana mereka bebas memilih buku-buku yang menarik hati.

Orang tua juga bisa memberikan banyak opsi genre berbeda tanpa perlu khawatir menghabiskan uang atau buku jadi menganggur tidak tersentuh. Minta anak untuk membaca beberapa halaman awal untuk menentukan akan meminjam buku tersebut atau tidak.

Jika anak masih terlihat kurang tertarik, tidak perlu meminjam buku pulang. Dengan membaca sejenak saat berkunjung pun sudah menjadi hal yang baik.

  1. Tonton film adaptasi dari buku

Ajak anak menonton film yang diadaptasi dari buku. Lalu ajak anak membaca versi bukunya dan diskusikan perbedaan-perbedaan yang ada. Film yang ditonton tidak perlu film keluaran terbaru. ‘Shrek’ salah satu contoh film yang bisa ditonton. Parents juga bisa melakukan hal sebaliknya. Baca sebuah buku terlebih dulu dan minta mereka memberikan masukan atau kritikan tentang versi filmnya.

  1. Beri format bacaan yang berbeda

Mungkin buku cerita atau novel sedikit mengintimidasi anak-anak. Orang tua bisa meminta mereka membaca hal-hal lain secara tidak langsung. Saat di jalan, misalnya, minta anak membaca papan penunjuk jalan, papan reklame atau peta. Ketika berbelanja, mereka bisa membaca katalog belanja atau daftar bahan di kemasan makanan/minuman.

  1. Membaca untuk saudara atau binatang peliharaan

Jika anak-anak memiliki saudara yang lebih kecil entah saudara kanding atau sepupu, Parents bisa meminta tolong anak untuk membacakan buku pada mereka. Tidak masalah jika anak pra remaja Parents membacakan buku cerita bergambar untuk saudaranya. Bahkan jika ceritanya adalah kisah yang mereka hapal karena juga mereka baca saat kecil dulu. Binatang peliharaan juga bisa menjadi pendengar bagi anak-anak.

  1. Beralih ke bacaan yang lebih ‘ringan’

Selepas menyelesaikan bacaan tebal dan rumit seperti kisah Percy Jackson, mungkin anak-anak merasa perlu beristirahat sejenak. Orang tua bisa memberikan bacaan-bacaan ringan agar anak tidak kehilangan minta sepenuhnya. Beri mereka buku cerita bergambar, graphic novel atau buku berbab pendek lama milik mereka yang sudah tidak mereka baca lagi.

 

Selain beberapa tips di atas, akses anak-anak ke bahan bacaan harus tetap dipertahankan. Jika Parents rutin membaca dan mengajak anak-anak ke toko buku, tetap lakukan itu. Saat salah satu anggota keluarga membaca bacaan baru, minta mereka memberikan review di depan anak-anak, saat makan malam misalnya.

Dengan tetap menjadikan buku bagian dari kehidupan sehari-hari, anak-anak akhirnya akan kembali tertarik membaca.

 

sumber: everyday-reading.com