Saat sebelum sekolah, anak-anak memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan kegiatan seperti bermain dan membaca buku cerita.
Seiring berjalannya waktu, bisa saja terjadi mereka merasa bosan dan kehilangan minat baca.
Apalagi jika mereka sudah lebih sibuk dengan berbagai kegiatan sekolah dan bermain dengan teman-teman baru.
Lalu bagaimana agar mereka tetap memiliki rasa ingin membaca yang kuat?
Parents bisa lakukan beberapa tips di bawah ini.

1. Berhenti membatasi waktu anak membaca.
Sebagian orang tua memberikan target pada anak memreka untuk membaca selama sekian menit dalam sehari.
Tujuannya tentu agar anak terbiasa membaca. Namun, kadangkala anak sedang tidak ingin membaca terlalu lama.
Sebaiknya orang tua memberikan waktu yang lebih fleksibel.
Akan lebih baik bagi anak untuk membaca selama 5 menit dan bisa memahami apa yang dibaca
daripada mereka membaca selama yang Parents targetkan namun tidak menikmati prosesnya sama sekali.
Tetap ingtkan mereka untuk membaca atau ajak mereka untuk membaca bersama sehingga waktu baca mereka tetap berkualitas.

2. Berikan kebebasan dalam memilih buku.
Jika anak-anak awalnya diberikan buku yang orang tua pilihkan, sesekali biarkan mereka yang memilih buku sendiri.
Minat baca anak bisa saja berbeda dari yang orang tua bayangkan. Maka itu, Parents perlu beri anak berbagai macam
jenis buku dan cerita sehingga mereka bisa melakukan eksplorasi dan menemukan jenis bacaan yang mereka suka.
Jika mereka sudah memiliki kesukaan tertentu, mereka akan dengan sendirinya terus membaca.
Parents masih bisa memberikan beberapa buku yang menurut Parents perlu mereka baca untuk tetap memperluas
pengetahuan anak.

3. Sediakan tempat khusus untuk membaca yang nyaman dan menyenangkan.
Bisa jadi, lingkungan membaca yang kurang nyaman membuat anak-anak enggan membaca.
Ada anak yang perlu keheningan saat membaca, ada yang lebih nyaman jika membaca di kursi tertentu.
Orang tua bisa mengobservasi dan menanyakan tentang ini pada anak.
Anak akan merasa kebutuhannya terpenuhi dan pasti akan berdampak baik pada kegiatan baca mereka.
Untuk anak yang lebih muda, Parents bisa sediakan sebuah sudut dengan berbagai macam properti
seperti boneka, baju, ataupun aksesoris yang bisa anak-anak pakai saat mereka membaca.

4. Biarkan mereka membaca sambil mendengarkan versi audionya.
Apakah anak Parents lebih nyaman mendengarkan daripada duduk diam dan membaca?
Parents bisa pilih buku dan sediakan versi audionya atau bisa juga memakai video di YouTube.
Anak-anak tetap bisa membaca sambil mendengarkan.
Kegiatan ini bahkan juga bermanfaat melatih kemampuan mendengarkan dan pelafalan mereka, lho!

5. Tetap luangkan waktu membacakan buku untuk anak.
Bonding time dengan orang tua mungkin saja yang anak-anak sukai dari kegiatan membaca.
Jika mereka dulu selalu dibacakan buku dan saat sudah lancar membaca orang tua berhenti melakukannya,
anak-anak bisa merasa kehilangan waktu khusus dengan orang tua.
Tetaplah luangkan waktu membaca buku untuk anak-anak Parents.
Bahkan jika mereka sudah menginjak usia remaja pun, orang tua tetap bisa membacakan buku,
Pilih buku yang sedikit lebih sulit dari level membaca mereka, sehingga mereka bebas bertanya dan
berdiskusi jika mereka tidak memahami suatu bagian.

 

Jangan patah arang jika Parents merasa waktu membaca anak berkurang.
Karena membaca buku adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak, orang tua harus terus
melakukan berbagai strategi agar anak tidak berhenti membaca.
Dengan strategi yang tepat, anak-anak akan kembali membaca dan terus membaca di kemudian hari.

Sumber:wral.com


Leave a Comment