Tidur adalah kegiatan krusial bagi setiap orang untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Seringkali anak-anak kesulitan memiliki waktu tidur yang berkualitas sehingga
mereka bangun masih merasa lelah dan tidak bersemangat.
Jika masih merasa lelah dari pagi hari, kegiatan-kegiatan selanjutnya bisa berjalan kurang lancar, Parents.
Apalagi jika mereka harus duduk di depan gawai seharian untuk bersekolah, mereka jadi rawan burn-out!
Lalu apa yang bisa orang tua lakukan agar kualitas tidur anak meningkat?

Di bawah ini adalah beberapa cara yang orang tua bisa lakukan agar kualitas
tidur anak lebih baik.

1. Olah raga & berkegiatan di luar ruang secara teratur
Meskipun terkesan menguras energi, berolah raga secara rutin dapat membuat
badan lebih sehat dan membantu mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Kegiatan olah raga juga bisa diganti dengan kegiatan aktif di luar ruang
seperti berkebun atau bermain di taman. Dengan mendapatkan paparan sinar
matahari, tubuh merasa terbangun di siang hari & menjadi mengantuk
di waktu menjelang tidur.

2. Miliki rutinitas sebelum tidur
Rutinitas sebelum tidur perlu dimiliki agar anak bisa memasuki waktu tidur yang nyenyak.
Mulai kegiatan ini di waktu yang sama sehingga menjadi sebuah pola dalam kegiatan harian mereka.
Pilih kegiatan yang tenang & merelaksasi mereka seperti mandi air hangat, membaca buku,
atau mendengarkan musik dengan tempo pelan.

3. Buat waktu tidur & bangun tidur yang teratur
Waktu tidur & bangun tidur yang reguler penting bagi anak karena mereka jadi paham kapan
waktunya untuk beristirahat. Meskipun di akhir minggu, buat waktu tidur & bangun mereka
tidak berbeda lebih dari 2 jam di hari sekolah. Hal ini membantu jam tubuh mereka
memiliki pola yang teratur dan membuat tidur mereka lebih berkualitas.

4. Atur kembali pola tidur siang mereka
Banyak anak di atas 5 tahun yang masih memiliki rutinitas tidur siang. Yang orang tua perlu
perhatikan adalah jumlah waktu tidur yang anak butuhkan berbeda seiring mereka tumbuh.
Anak usia 5 tahun butuh sekitar 11 jam tidur namun anak usia 9 tahun hanya butuh sekitar
10 jam saja. Itu artinya semakin mereka besar, semakin sedikit waktu yang mereka butuhkan
untuk tidur siang. Pastikan mereka tidak tidur siang setelah jam 3 sore karena akan mempersulit
waktu tidur malam mereka.

5. Pastikan kamar tidur nyaman dan aman
Kamar tidur yang tenang, gelap, bersih dengan sirkulasi udara yang baik akan menunjang
kualitas tidur. Jauhkan kamar tidur dari televisi, komputer dan teknologi lain yang
menyebarkan ‘blue light’ yang dapat menganggu rasa kantuk. Jika anak masih takut gelap
dan perlu memiliki lampu tidur, pilih yang cahayanya redup dan hangat.

6. Hentikan penggunaan gawai sebelum tidur
Gawai dapat mendistraksi waktu tidur anak. Hentikan penggunaan gawai atau kegiatan
menonton televisi 1 jam sebelum tidur dan gantikan dengan rutinitas sebelum tidur seperti
di nomor 2.

Memiliki rutinitas sebelum tidur tidak bisa tiba-tiba saja terjadi, Parents.
Anak – anak masih perlu bantuan orang tua dalam mengatur kebiasaan harian mereka.
Termasuk kebiasaan seputar tidur.
Orang tua perlu menjaga pola ini secara teratur agar saat anak tumbuh besar,
mereka bisa melakukannya dengan lebih mandiri dan memiliki waktu tidur yang tetap berkualitas.


Leave a Comment